Sinergi Lintas Instansi: Satgaswil Densus 88 Bersama Komdigi dan Pemprov PBD Perkuat Literasi Digita

By B 23 Sep 2026, 15:10:17 WIB Daerah
Sinergi Lintas Instansi: Satgaswil Densus 88 Bersama Komdigi dan Pemprov PBD Perkuat Literasi Digita

Sorong, - Guna membentengi generasi muda dari ancaman siber, Satgaswil Papua Barat Densus 88 Anti Teror (AT) Polri berkolaborasi dengan Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio dan Infrastruktur Digital Manokwari serta Pemprov Papua Barat Daya menggelar aksi nyata memperkuat literasi digital.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas maraknya paparan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, serta berbagai konten berbahaya yang kian masif di jagat maya. Komitmen bersama tersebut ditegaskan dalam acara Sosialisasi dan Komunikasi Publik bertajuk “Bersama Membangun Ruang Digital yang Aman dan Ramah Anak: Cegah Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Konten Berbahaya di Dunia Maya” di Hotel Rylich Panorama, Kota Sorong, Rabu (23/9/2026).

Sejumlah tokoh penting hadir mengawal jalannya acara, di antaranya Kepala Komdigi Loka Monitor Spektrum Frekuensi Manokwari Makmur, S.T., M.Si., dan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Provinsi PBD Dr. Anace Nauw yang hadir mewakili Penjabat (Pj.) Gubernur. Selain itu, hadir pula Kasatgaswil Papua Barat Densus 88 AT Polri Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M., serta Fasilitator Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi PBD Drs. Setiyo Nastiarwo.

Baca Lainnya :

Kolaborasi Lintas Instansi Demi Lindungi Generasi Muda

Kepala Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio dan Infrastruktur Digital Manokwari, Makmur, mengatakan perkembangan teknologi dan infrastruktur digital telah membuka akses informasi tanpa batas, termasuk bagi anak-anak.

"Ruang digital menyimpan kerawanan besar. Platform ini kerap dimanfaatkan untuk menyebarkan intoleransi, radikalisme, hingga konten berbahaya seperti judi online, pornografi, dan perundungan siber (cyberbullying)," ujar Makmur.

⁠⁠Ia menegaskan bahwa tanggung jawab lembaganya kini tidak lagi sebatas mengawasi spektrum frekuensi radio, melainkan juga memastikan terciptanya ekosistem digital yang sehat. "Tantangan ini tidak bisa diselesaikan sendiri. Kolaborasi bersama Densus 88 dan Pemerintah Daerah adalah kunci utama melindungi anak-anak kita," tambahnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Kasatgaswil Papua Barat Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M., di hadapan para peserta mengupas tuntas mengenai pola penyebaran paham intoleransi dan radikalisme yang kini banyak memanfaatkan platform digital untuk menyasar generasi muda.

Menurutnya, kelompok radikal tidak lagi hanya bergerak secara konvensional, melainkan memanfaatkan kecanggihan algoritma media sosial untuk menyasar generasi muda.

"Generasi muda, khususnya Gen Z dan anak-anak, adalah pengguna aktif internet yang sangat rentan. Kelompok radikal dan ekstremis memanfaatkan celah ini dengan mengemas konten propaganda secara menarik, manipulatif, dan persuasif di media sosial demi menjaring simpati mereka," ujar Kombes Pol. Gede Suardana.

Lebih lanjut, Kasatgaswil menegaskan bahwa proses doktrinasi di era digital dapat terjadi dengan sangat cepat melalui ruang-ruang privat (private chat) maupun komunitas daring terstruktur. Oleh karena itu, pengamanan ruang siber dari sel-sel radikalisme kini menjadi prioritas mutlak demi menjaga kedaulatan bangsa dan keutuhan NKRI.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

Aksi kolaboratif ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Penjabat (Pj.) Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Dinas Sosial, P3A Provinsi PBD, Dr. Anace Nauw, pemerintah daerah berharap sinergi ini mampu melahirkan generasi muda Papua Barat Daya yang kritis dan cerdas digital.

Melalui edukasi skala besar ini, masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh konten negatif dan mampu bersama-sama merawat ruang digital yang aman, sehat, dan ramah anak di bumi Papua.

Selain jajaran pimpinan di atas, acara ini juga dikawal langsung oleh Fasilitator Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi PBD, Drs. Setiyo Nastiarwo, serta diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan.

Sesi diskusi dan tanya jawab pun berlangsung interaktif dan meriah, memperlihatkan tingginya antusiasme publik dalam menjaga keamanan ruang digital di Papua Barat Daya.

(Red/Rezha LDD)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment