Polda Kalteng Buat 4 Sumur Bor di Lokasi Rawan, Percepat Pemadaman Karhutla

Palangka Raya - Untuk memperkuat upaya pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) membangun 4 titik sumur bor di wilayah rawan kebakaran. Langkah ini diambil agar sumber air siap digunakan tim pemadam kapan saja.
Adapun ke empat lokasi pembuatan sumur bor tersebut, diantaranya di Jl. D.A. Tawa Ujung, Jl. Yos Sudarso Ujung, Jl. Diklat (SD Alam) dan dekat Rusun Ditsamapta.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Dirsamapta Kombes Pol Viddy Damasela menyampaikan bahwa pembuatan sumur bor ini menjadi bagian dari strategi Polda Kalteng dalam mempercepat respon saat terjadi titik api.
Baca Lainnya :
- FGD Strategi Mitigasi Karhutla, Polda Kalteng Bahas Karakteristik Lahan Gambut yang Mudah Terbakar0
- Polda Jambi Gelar Konferensi Pers, Ungkap Penertiban 22.800 Liter Minyak dan BBM0
- Satgas Edukasi Karhutla Aman Nusa II Lakukan Pendinginan Lahan Terbakar di Jalan Mahir Mahar0
- Kapolda Kalteng Bersama Forkopimda Sambut Kunjungan Kerja Wapres RI di Bumi Tambun Bungai0
- Kapolda Jambi Pimpin Serah Terima Jabatan Kabid Propam, Kabid Keu dan Tiga Kapolres0
Dengan adanya sumber air di lokasi, tim gabungan tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mengambil air sehingga proses pemadaman bisa lebih cepat.
"Kami membangun 4 sumur bor di titik-titik rawan karhutla. Tujuannya agar ketika ada kebakaran, air langsung tersedia di lokasi. Ini sangat membantu mempercepat pemadaman, baik untuk satgas darat maupun untuk pengisian helikopter water bombing," ujarnya Dirsamapta. Kamis (10/9/2026).
Menurut Kombes Viddy kesiapan infrastruktur air menjadi kunci utama dalam penanganan karhutla. Selain sumur bor, Polda Kalteng juga terus mengoptimalkan penggunaan cairan surfaktan dan mengerahkan tim gabungan TNI-Polri, BPBD, serta masyarakat.
"Karhutla tidak bisa ditangani sendiri. Dengan adanya sumur bor ini, kita ingin memastikan tidak ada kendala air di lapangan. Harapannya api bisa segera dipadamkan sebelum meluas," jelasnya.
Pembuatan sumur bor ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. Warga juga dilibatkan dalam perawatan agar sumur bor dapat digunakan jangka panjang, tidak hanya saat musim kemarau.
"Polda Kalteng berharap dengan tambahan infrastruktur ini, angka kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah dapat ditekan secara signifikan," tutupnya.
(Red/Rezha LDD)











