FGD Strategi Mitigasi Karhutla, Polda Kalteng Bahas Karakteristik Lahan Gambut yang Mudah Terbakar

Palangka Raya – Peserta Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Serdik Sespimti Polri Dikreg ke-36 Tahun 2026 melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari rangkaian pendidikan dan pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan kepemimpinan strategis di lingkungan Polri.
Kegiatan FGD tersebut menjadi sarana bagi para Serdik untuk berdiskusi dan bertukar gagasan mengenai berbagai permasalahan strategis, khususnya terkait upaya mitigasi dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polda Kalimantan Tengah.
FGD yang digelar bersama Satgas Edukasi Karhutla Operasi Aman Nusa II tersebut mengangkat tema “Strategi Mitigasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Hukum Polda Kalimantan Tengah.”
Baca Lainnya :
- Polda Jambi Gelar Konferensi Pers, Ungkap Penertiban 22.800 Liter Minyak dan BBM0
- Satgas Edukasi Karhutla Aman Nusa II Lakukan Pendinginan Lahan Terbakar di Jalan Mahir Mahar0
- Kapolda Kalteng Bersama Forkopimda Sambut Kunjungan Kerja Wapres RI di Bumi Tambun Bungai0
- Kapolda Jambi Pimpin Serah Terima Jabatan Kabid Propam, Kabid Keu dan Tiga Kapolres0
- Upayakan Pemadaman Tidak Terhambat, Dirsamapta Polda Kalteng Pimpin Pembuatan Sumur Bor0
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Arya Dharma Polda Kalteng, Kamis (10/9/2026), dan dihadiri Irjen Pol Rakhmad Setyadi, Brigjen Pol Ivan Adityas N., bersama tim serta para peserta didik Sespimti Polri Dikreg ke-36 Tahun 2026.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Kabidhumas Kombes Pol Budi Rachmat menyampaikan, dalam FGD tersebut salah satu materi yang menjadi perhatian adalah karakteristik lahan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran.
“Lahan gambut memiliki kandungan bahan organik dan karbon yang tinggi. Karakteristik tersebut membuat gambut memiliki sifat menyerupai kompos alami yang mudah terbakar ketika berada dalam kondisi kering,” jelas Kabidhumas.
“Selain itu, lahan gambut juga dapat menyimpan gas metana dan memiliki struktur yang memungkinkan api menjalar tidak hanya di permukaan, tetapi juga membara di bawah permukaan tanah. Kondisi ini menyebabkan kebakaran pada lahan gambut sulit dideteksi dan membutuhkan penanganan yang tepat,” imbuhnya.
Kombes Budi berharap, melalui FGD tersebut, pemahaman terhadap karakteristik lahan gambut serta pola penyebaran api dapat semakin ditingkatkan, sehingga langkah mitigasi, pencegahan, pemadaman hingga pemulihan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman dan strategi antara Polri, pemerintah daerah, stakeholder terkait, akademisi maupun unsur masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla di Kalimantan Tengah.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat langkah preventif melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan Karhutla tinggi.
Dengan kolaborasi dan sinergi yang kuat, penanggulangan Karhutla diharapkan tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan dan mitigasi sejak dini guna melindungi lingkungan serta masyarakat dari dampak Karhutla.
(Red/Rezha LDD)










