Bentengi Paskibra Raja Ampat dari Radikalisme Digital, Satgaswil Papua Barat Densus 88 Gelar Sosiali

By B 28 Jul 2026, 12:03:21 WIB Hukum
Bentengi Paskibra Raja Ampat dari Radikalisme Digital, Satgaswil Papua Barat Densus 88 Gelar Sosiali

Raja Ampat, - Bentengi generasi muda dari ancaman radikalisme dan dampak negatif digitalisasi, Satgaswil Papua Barat Densus 88 Anti Teror Polri menggelar sosialisasi kebangsaan bagi 50 anggota Paskibra Kabupaten Raja Ampat 2026. Kegiatan interaktif ini berlangsung di Gedung Dharma Wanita, Raja Ampat, Senin (27/7/2026) malam pukul 19.00 hingga 21.00 WIT.

Mengusung tema “Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme Serta Antisipasi Bahaya Penggunaan Handphone di Lingkungan Pelajar,” acara ini dihadiri oleh sekitar 50 siswa-siswi anggota Paskibra.

Kepala Tim (Katim) Pencegahan Satgaswil Papua Barat, Ipda M. Arfa Jaya, S.H., hadir langsung memimpin kegiatan ini bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Raja Ampat, Apolos Bedes, S.IP., M.Si. Sementara itu, materi utama dipaparkan oleh Briptu Halim Hanafi, S.H. selaku narasumber.

Baca Lainnya :

Kepala Tim Pencegahan Satgaswil Papua Barat, Ipda M. Arfa Jaya, S.H., menegaskan pentingnya menanamkan ideologi Pancasila sejak dini, khususnya bagi para pelajar yang menjadi motor penggerak daerah. Di era digital, penyebaran paham radikal kerap memanfaatkan kelengahan pengguna media sosial.

Dalam paparannya, Briptu Halim mengupas tuntas ciri-ciri awal munculnya paham intoleran dan radikal. Ia menekankan pentingnya penguatan karakter, literasi digital, dan pembinaan sikap moderat di sekolah guna menangkal doktrin yang dapat memecah belah persatuan. Selain itu, para pelajar diperingatkan untuk bijak menggunakan ponsel pintar agar tidak terjerumus dalam propaganda radikal di dunia maya.

"Pelajar memiliki tanggung jawab moral sebagai agen perubahan. Kami memberikan literasi digital dan panduan praktis agar mereka lebih bijak menyaring informasi di dunia maya, sekaligus mampu membawa pesan perdamaian dan toleransi di tengah masyarakat," ujar narasumber kegiatan, Briptu Halim Hanafi, S.H., saat memaparkan ciri-ciri awal munculnya paham intoleran.

Pemerintah Daerah melalui Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Raja Ampat, Apolos Bedes, S.IP., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Densus 88 ini. Menurutnya, pembekalan wawasan kebangsaan ini sangat krusial bagi anggota Paskibra yang sedang dipersiapkan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan kebangsaan. Ini panduan nyata bagi siswa untuk membentengi diri dari pengaruh negatif di dunia maya," kata Apolos Bedes.

Melalui sinergi kuat antara pemerintah daerah, pihak sekolah, dan Densus 88, kegiatan ini diharapkan melahirkan generasi muda Raja Ampat yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter nasionalisme yang kokoh demi menjaga keutuhan NKRI.

(Red/Rezha LDD)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment